Awal mulanya, coklat ini diproses menjadi minuman elite. Minuman para raja dan bangsawan. Mungkin atas dasar itulah, pohon kakao ini diberi nama Theobroma cacao yang memiliki arti “makanan para dewa.” Demikian pula sejarah coklat di Indonesia.
Tanaman kakao yang pertama kali masuk ke Indonesia adalah kakao Criollo dari Venezuela. Dibawa Spanyol sekitar tahun 1560 dari Filipina yang pada waktu itu masih termasuk koloninya, menyebar sampai ke Minahasa, Sulawesi Utara.
Ketika Belanda masuk ke Indonesia, dimulailah budidaya kakao yang lebih intensif. Mereka juga membawa kakao jenis Forastero yang kualitasnya dibawah kakao Criollo yang lebih tahan hama, lebih mudah penanamannya dan produktifitasnya lebih tinggi. Pada jaman itu coklat diseduh sebagai minuman kesehatan dan merupakan simbol status sosial. Salah satu merk coklat yang terkenal pada jaman kolonial adalah “Tjoklat” yang diproduksi Belanda. Indonesia pun menjadi salah satu pemasok kakao terbesar di dunia. Dari merk “Tjoklat” saja ada 63 juta coklat batangan yang diproduksi setiap tahun
