Coklat ditemukan 4.000 tahun lalu di Mesoamerika kuno atau sekarang dikenal sebagai Meksiko. Berabad-abad kemudian, bangsa Maya mengagumi bahwa minuman coklat adalah minuman para dewa karena saking nikmatnya.

Membayangkan coklat di masa lalu dan sekarang, memiliki perbedaan yang signifikan. Terlebih pada rasanya. Jika Anda berpikir coklat di masa lalu itu manis dan beraneka macam olahannya, itu salah. Karena dahulu coklat hanya dikenal sebagai minuman pahit yang dihormati.
Keluarga Olmec, selaku penemu coklat memberikan pengetahuan kakao kepada suku Maya Amerika Tengah yang tidak hanya mengkonsumsi coklat tapi juga memujanya. Sejarah menuliskan, dulu coklat dihidangkan dalam perayaan dan untuk menyelesaikan transaksi penting. Meski begitu dipuja, sebenarnya coklat pada zaman itu dinikmati semua kalangan, tidak hanya diperuntukkan oleh orang kaya.
Beda suku maka berbeda perlakuan – tak jarang begini – suku Aztec, membawa coklat pada kekaguman tingkat tinggi. Mereka mempercayai kalau coklat diberikan oleh dewa-dewa, seperti bangsa Maya, mereka mengagumi, menikmati, mengkonsumsi dan satu hal yang berbeda, mereka menjadikan biji kakao sebagai mata uang untuk membeli makanan dan barang-barang.
Bergulirnya waktu, sejarah coklat akhirnya sampai di Eropa, dan orang-orang menyepakati coklat pertama kali tiba di Spanyol pada tahun 1502. Banyak versi cerita mengenai bagaimana Spanyol bisa mendapatkan kakao, tapi pada akhirnya pada tahun-tahun akhir 1500-an, ketika negara-negara Eropa lain seperti Italia dan Prancis berkunjung ke Amerika Tengah, mereka mulai belajar tentang kakao dan membawa coklat ke negaranya masing-masing. Sejak saat itu, coklat menyebar ke seluruh Eropa. Karena tingginya peminat, dibuatlah perkebunan coklat.
